Mengenal Cianjur dari Berbagai Sudut

Puisi Terkahir Soe Hok Gie Yang Ditulis di Mandalawangi Pangrango

1

–  Film “Gie” merupakan adaptasi dari buku “Catatan Seorang Demonstran” yang ditulis oleh Soe Hok Gie. Cerita ini mengisahkan kehidupan seorang mahasiswa Universitas yang bernama Soe Hok Gie, yang terkenal sebagai seorang demonstran dan pencinta alam. Sinopsis film ini menggambarkan bagaimana kehidupan dan perjuangan Soe Hok Gie, seorang pemuda yang memiliki semangat juang dan cinta mendalam terhadap , serta sikapnya yang tegas terhadap ketidakadilan.

Soe Hok Gie lahir dalam keluarga keturunan Tionghoa dan menjalani kehidupan yang sederhana di Jakarta. Dia adalah sosok yang teguh pada prinsipnya, tidak pernah kompromi dalam hal kejujuran dan ketidakadilan. Semangatnya untuk berjuang dan cintanya pada tanah air membentuk dirinya sebagai individu yang kuat dan teguh.

Dalam surat terakhirnya, Soe Hok Gie menyampaikan kerinduannya pada kehidupan sederhana di lembah Mandalawangi. Dia merindukan momen bersama dengan orang yang dicintainya Soe Hok Gie juga menyuarakan keprihatinannya terhadap ketidakadilan dan penderitaan yang terjadi di dunia, seperti serdad,u Amerika yang tewas di medan perang dan bayi-bayi yang kelaparan di daerah konflik.

Baca Juga: 

Resep Ketan Susu Mangga Yang Viral Dari Thailand

Dalam akhir suratnya, Soe Hok Gie mengajak orang-orang yang pernah dekat dengannya untuk bersama-sama menyaksikan kebesaran alam atau bahkan mendung yang menyelimuti langit. Dia menutup suratnya dengan ungkapan tentang kehidupan yang penuh tanya dan ketidakpastian, tetapi juga keinginan untuk terus bersama orang-orang yang dicintainya.

Dalam akhir film yang bertajul Gie puisi Gie ditulis dilembah mandalawangi Gunung Gede, ini dia puisinya:

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah..
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza..

Tapi aku ingin menghabiskan waktu ku di sisi mu, sayangku…

Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu..
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mandala Wangi..

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danau..
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biapra..

Tapi aku ingin mati di sisi mu, Manis ku…

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya..
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu..

Mari sini sayang ku…

Kalian yang pernah mesra,
Yang pernah baik dan simpati pada ku..
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung…

Kita tak pernah menanamkan apa-apa..
Kita tak kan pernah kehilangan apa-apa..

Baca Juga: 

Cara Membuat Alpukat Kocok Simple Dan Seger!

Kisah Soe Hok Gie, sebagaimana digambarkan dalam film “Gie”ditambah dengan puisi yang ia tulis di Mandalawangi memberikan gambaran tentang perjuangan seorang pemuda yang teguh pada prinsipnya dan berani menentang ketidakadilan. Melalui kisah hidupnya, penonton dapat memahami betapa pentingnya semangat juang dan cinta pada tanah air dalam meraih perubahan yang lebih baik.

 

1 Comment
  1. […]  Puisi Terkahir Soe Hok Gie Yang Ditulis di Mandalawangi Pangrango […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.