Mengenal Cianjur dari Berbagai Sudut

Penurunan Kecelakaan di Cianjur Berlanjut Setelah Idul Fitri 2024

0

Setelah perayaan Idul Fitri 1445 Hijriah berlalu, data kecelakaan yang dirilis dari tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di mengungkapkan tren menurunnya jumlah korban kecelakaan.

Data yang diperoleh dari RSUD Sayang , RSUD Cimacan, dan RSUD Pagelaran menunjukkan pergeseran yang signifikan dalam jumlah kecelakaan dan tingkat keparahan cedera antara periode sebelum dan sesudah Idul Fitri.

Menurut Humas RSUD Sayang , Agung, sebanyak 79 pasien kecelakaan lalu lintas telah masuk ke Unit Gawat Darurat (IGD) RSUD Sayang selama periode tanggal 5 hingga 14 April. Dari jumlah tersebut, empat orang dikonfirmasi meninggal dunia.

“Dari data yang masuk ada 79 orang yang masuk IGD, untuk yang meninggal dunia ada empat orang, dari korban kecelakaan sendiri kebanyakan pengendara roda dua,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan Keperawatan RSUD Cimacan, Toto Hermawan, menyatakan bahwa sekitar 20 orang telah dirawat di IGD RSUD Cimacan akibat kecelakaan selama periode yang sama.

“Ada 20 orang yang masuk IGD, untuk satu orang dirujuk ke RS yang ada di Bekasi,” katanya.

Hendra, Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Pagelaran, melaporkan bahwa tiga orang telah ditangani di IGD RSUD Pagelaran dalam periode yang sama, dengan cedera yang semuanya tergolong ringan.

“Dari tanggal 5-14 April ada tiga orang data masuk ke IGD, semuanya luka ringan, setelah diobati pasien langsung pulang,” ucapnya.

Meskipun masih terdapat insiden kecelakaan, terlihat penurunan signifikan dalam jumlah korban dan tingkat keparahan cedera dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Fenomena ini mungkin mengindikasikan tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas yang meningkat, serta upaya yang lebih besar dari pihak berwenang dalam meningkatkan keselamatan jalan raya.

Kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas juga tercermin dalam langkah-langkah proaktif yang diambil oleh beberapa lembaga masyarakat, seperti upaya terbaru dari SDN Cipetir 01 bersama Pihak Desa Haurwangi yang gencar menerapkan program “Jaga Malam”.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan dan keselamatan saat beraktivitas di malam hari, terutama dalam konteks perjalanan jarak jauh.

Sementara itu, fenomena peningkatan kunjungan wisatawan ke destinasi alam seperti Sevillage Puncak selama libur Lebaran menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap liburan yang aman dan nyaman juga meningkat.

Dengan demikian, upaya-upaya untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas dan kesadaran akan pentingnya berlalu lintas dengan aman tampaknya memberikan hasil positif yang terlihat dalam penurunan angka kecelakaan.

Melalui kerja sama antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan individu, diharapkan tren penurunan kecelakaan ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.