Mengenal Cianjur dari Berbagai Sudut

Pengaruh Nilai Asia terhadap Praktik Koruptif

2

– Dalam era di mana ancaman global semakin bergeser dari isu-isu keamanan tradisional ke non-tradisional, korupsi telah menjadi salah satu ancaman terbesar bagi pembangunan dan kesejahteraan negara. Korupsi, sebagai pandemi sosial, merajalela dan mempengaruhi negara-negara di seluruh dunia.

Namun, Asia menjadi kawasan yang sangat subur bagi korupsi. Yuniarti dan Rendy Wirawan dari Universitas Mulawarman mengungkapkan bahwa nilai-nilai Asia tertentu berperan dalam membentuk masyarakat yang rentan terhadap korupsi. Nilai-nilai tersebut menekankan pentingnya komunitas, menghormati otoritas, keluarga, dan hubungan sosial.

Yuniarti dan Rendy Wirawan dalam Jurnalnya menjelaskan bahwa nilai-nilai Asia menciptakan masyarakat yang komunal dan menghormati ketertiban, otoritas, keluarga, serta hubungan sosial. Faktor-faktor ini, menurut mereka, mungkin disalahpahami atau dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berperilaku koruptif. Ada dua dimensi utama yang mereka soroti: dimensi politik dan sosial. Dalam ranah politik, sistem politik dan warisan sejarah di masyarakat Asia dianggap sebagai salah satu sumber utama pembentukan masyarakat yang korup. Sementara itu, dalam struktur sosial, nilai-nilai Asia membiasakan masyarakat untuk berpraktik korupsi dalam kegiatan sehari-hari.

Baca Juga: 

Kenalan Dengan Siti Sofiah Penulis Asal Cianjur Di Buku Perdananya ‘Kutunggu Hijrahmu'

Korupsi kini menjadi pandemi sosial dalam politik dunia, menyebar melintasi batas negara dan preferensi politik. Bukan hanya negara otoriter dan pasca-komunis, tetapi juga negara-negara demokratis rentan terhadap korupsi. Meskipun korupsi ada di seluruh dunia, jika kita menelusuri hasil pengukuran korupsi, jelas bahwa Asia dan Afrika adalah dua wilayah dengan tingkat korupsi tertinggi. Di Asia, banyak negara mendapatkan predikat buruk dalam persepsi korupsi menurut Indeks Persepsi Korupsi Transparansi Internasional. Ini mungkin menimbulkan hipotesis bahwa korupsi tertanam dalam budaya Asia.

Sebelum menyelami lebih jauh hubungan antara korupsi dan nilai-nilai Asia, penting untuk mendefinisikan kedua konsep tersebut. Korupsi sering didefinisikan sebagai pelanggaran tugas yang mempengaruhi kepercayaan sosial untuk keuntungan pribadi. Sementara itu, nilai-nilai Asia melibatkan aspek politik, ekonomi, sosial, dan budaya, tetapi di sini, kita menekankan nilai-nilai tersebut sebagai budaya yang dikonstruksi dalam masyarakat Asia.

Baca Juga: 

Ayo Libur Akhir Pekan! Ini Harga Tiket Masuk Kebun Raya Cibodas Terbaru 2024

Nilai-nilai Asia sendiri adalah kode etik yang berasal dari berbagai budaya, kitab suci filosofis, dan agama seperti Islam, Buddhisme, Hinduisme, dan Konfusianisme. Ajaran-ajaran ini membentuk identitas kolektif yang menekankan bahwa kepentingan komunitas harus diutamakan di atas kepentingan individu, menghasilkan ikatan kuat terhadap keluarga dan kekerabatan serta kepercayaan besar pada pemerintah untuk mengatur mereka. Beberapa karakteristik utama dari nilai-nilai Asia adalah kolektivisme hierarkis, familisme Konfusian, timbal balik interpersonal, kepentingan kolektif dan harmoni, serta meritokrasi paternalistik. Di antara karakteristik ini, kolektivisme hierarkis, familisme Konfusian, dan timbal balik interpersonal memiliki hubungan langsung dengan korupsi.

2 Comments
  1. […] Pengaruh Nilai Asia terhadap Praktik Koruptif […]

  2. […]  Pengaruh Nilai Asia terhadap Praktik Koruptif […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.