Mengenal Cianjur dari Berbagai Sudut

Makanan Khas Indonesia yang Melalui Proses Fermentasi

0

Siapa yang setiap berada di meja makan suka nanyain “mana tempenya..?”. Yuup memang olahan yang satu ini menjadi menu wajib yang harus selalu ada ketika kita makan.

Indonesia ini merupakan negara yang terdiri atas banyak kepulauan. Selain dikenal dengan rempah-rempahnya, daerah wisatanya yang indah dan yang paling disoroti oleh seluruh isi bumi adalah memiliki banyak adat budaya, tradisi, serta - khas dari daerah yang -, sehingga tidak kalah menarik untuk dieksplorasi oleh setiap orang.

Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas masing-masing mulai dari bahasa, kesenian, , dan juga adat budaya sehingga membuat Indonesia semakin kaya dengan keanekaragaman. Ya esensi dari Bhinnneka Tunggal Ika itu karena beranekaragamnya segala sesuatu tentang indonesia.

Karena saya suka makan, mari sekarang kita bahas tentang saja. Saat ini kita akan membahas tentang beberapa keanekaragaman jenis makanan Indonesia yang dibuat melalui proses fermentasi.

Pertanyaannya … apa itu fermentasi?
Fermentasi merupakan peragian di dalam pengolahan bahan pangan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengubah karbohidrat menjadi alkohol, asam amino organik, atau karbondioksida dengan menggunakan ragi, bakteri, fungi atau kombinasi antara ketiganya.

Saat ini di Indonesia sendiri terdapat beberapa makanan khas yang dibuat melalui proses fermentasi dan diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Tempe
Membahas tentang tempe tentu hampir semua orang kenal dan pernah mencobanya. Tempe merupakan makanan khas Indonesia yang telah ada sejak kurang lebih 400 tahun yang lalu. Dibuat dari kacang kedelai atau kacang dan biji-bijian lainnya dengan menggunakan proses peragian.

Mulai dari orang miskin, kelas menengah atau bahkan orang kaya, semuanya menjadi tempe sebagai makanan favorit bahkan orang luar negeri pun juga menyukai tempe.

2. Tape
Tape atau tapai, makanan ini bisa dibuat dari beberapa jenis bahan dasar, yaitu ketan, beras, atau juga bisa singkong.
Hampir sama dengan proses pembuatan tempe, membuat tape juga membutuhkan ragi khusus untuk proses fermentasi.

Untuk proses fermentasi tape sendiri membutuhkan waktu yang cukup beragam, ada yang hanya membutuhkan waktu satu hari satu malam, atau bisa lebih.

Di daerah Jawa Barat khususnya Bandung, tape memiliki nama lain yaitu Peuyeum. Hampir sama dengan tape pada umumnya, hanya saja peuyeum dibuat dari singkong yang berbentuk utuh tidak dipotong selayaknya tape singkong pada umumnya.

3. Brem
Makanan khas Wonogiri ini juga melalui proses fermentasi. Brem merupakan kue khas Wonogiri yang terbuat dari beras ketan atau air tape yang difermentasi menggunakan ragi. Hampir mirip dengan kue sagon, tetapi rasa dari Brem memiliki ciri khas kue hasil fermentasi.

4. Tempoyak
Bagi masyarakat Sumatera khususnya daerah provinsi Lampung dan Palembang tentu sudah sangat akrab dengan makanan yang satu ini. Tempoyak merupakan makanan khas dari masyarakat suku Melayu yanh terbuat dari olahan durian yang sudah difermentasi.

Durian fermentasi atau tempoyak ini bisa dimakan untuk lauk secara langsung atau digunakan sebagai bahan campuran makanan lain, rasanya yang khas menambah kenikmatan dari setiap rasa makanan.

5. Oncom
Makanan khas Jawa Barat ini seringkali dipandang sebelah mata karena dibuat dari sisa-sisa olahan makanan yang lain.
Oncom terbuat dari ampas kedelai, ampas tahu, atau ampas kelapa yang difermentasikan, meskipun terbuat dari sisa olahan makanan lain oncom tetap digemari oleh banyak orang karena rasanya yang dan bisa diolah untuk beberapa jenis menu masakan.

Sebenarnya selain 5 jenis makanan di atas masih banyak lagi makanan-makanan khas Indonesia yang dibuat melalui proses fermentasi. Namun yang paling saya suka dan pernah saya makan ya cuma kelima jenis makannan itu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.